PUBLICK SPEAKING

Dosen Pembimbing : Sri Wulan Handayani SE.
MA.
Disusun oleh
Nama
:
Nim : 212.
113
Semester : VI ( Enam )
SURABAYA,
April 2015
Daftar
Isi
Kata Pengantar................................................................................................................ 2
BAB I
Pendahuluan………………………………………….…………………………………3
BAB II
Latar Belakang
Sejarah Publick Speaking................................................................................................ 4
Devinisi Pablick Speaking............................................................................................... 4
Pengertian pidato............................................................................................................ 5
Fungsi komunikasi public speaking................................................................................. 5
BAB III
7 teknik dasar public speaking........................................................................................ 6
20 tips public speaking.................................................................................................... 8
Empat metode gaya berpidato....................................................................................... 11
Persiapan public speaking.............................................................................................. 12
BAB IV
Pengalaman pribadi........................................................................................................ 14
Kesan dan pesan............................................................................................................ 14
BAB V
Kesimpulan.................................................................................................................... 15
Daftar pustaka................................................................................................................ 16
Kata Pengantar
Salah satu komponen
yang dapat membantu seseorang dalam meraih sukses adalah kemampuan publick
speaking/ berpidato/berbicara di depan publick. Kemampuan berpidato memiliki
daya tarik tersendiri bagi pendengar dan memiliki sugesti yang lebih hebat di
bandingkan kemampuan menulis. Dalam sejarah bangsa Indonesia sendiri, kita
memiliki dua tokoh besar yang mempunyai kemampuan berpidato luar biasa. Mereka
adalah bung Karno dan bung Tomo.
Dengan kemampuannya
berpidatonya bung Karno mampu menyihir banyak orang yang melihat secara
langsung maupoun yang mendengar pidatonya. Sedangkan bung Tomo terkenal dengan
kepandaianya membakar semangat juang arek-arek
suroboyo (pemuda-pemudi Surabaya) dalam usahanya melawan tentara NICA yang
didukung kuat oleh belanda. Jadi, begitu besar pengaruh dalam berkata-kata
mampu menggerakkan masa.
BAB I
PENDAHULUAN
Publik
Speaking, seseorang yang menyampaikan dan memberikan informasi dihadapan public
secara langsung. Dan seseorang tersebut biasanya memang memiliki kemampuan atau
bakat untuk menghidupkan suasana, sehingga menghibur audienc atau penonton yang
sedang hadir dalam acara tersebut. Namun public speaking bisa di tekuni dan
dilatih dengan teratur untuk mengasah bakat dan kemampuan seseorang supaya
merasa percaya diri ketika berbicara di depan public. Namun beberapa kendala
biasanya di alami seorang pemula, seperti rasa grogi, gugup, tiba-tiba
kehabisan kata-kata saat memandu acara. Hal demikian biasanya sangat wajar
karena belum terbiasa dan terlatih. Ada beberapa tekhnik untuk mengatasi rasa
demikian. Dan makala ini berisi beberapa teknik dan tips untuk mengatasi rasa
gugup dan grogi. Tentu saja dengan adanya latihan secara rutin akan mempermudah
seseorang berkata-kata dihadapan publick.
BAB II
Sejarah dan Latar Belakang Publick speaking
I.
Sejarah Publick Speaking
Sekitar 2.500 tahun yang lalu di
Athena kuno, para pemuda diminta untuk memberikan pidato yang efektif sebagai
bagian dari tugas mereka sebagai warga negara. Selama waktu itu Socrates
(469-398 SM), Plato (427-347 SM), dan Aristoteles (384-322 SM) mengajarkan
murid mereka filsafat dan retorika. Retorika menurut Plato adalah “seni
memenangkan jiwa oleh wacana.” Demokrasi saat berkembang saat itu semua warga
harus mampu berbicara dalam legislatif dan bersaksi di pengadilan. Warga
bertemu di Sidang besar di pasar (agora) untuk membahas isu-isu perang dan ekonomi
dan politik. Ditambah dengan lembaga Pengadilan Rakyat oleh Sage, Solon,
di 594-593 SM, dimana warga bisa membawa keluhan-keluhan mereka ke pengadilan
dan berdebat kasus mereka. Saat itu, tidak ada pengacara dan karena orang
sering menggugat satu sama lain , sehingga penting bagi setiap warga negara
untuk memiliki kemampuan komunikasi untuk dirinya dan keluarganya.[1]
II.
Devinisi Publick Speaking
Definisi dari Public Speaking sendiri
adalah, seni berbicara di depan umum/publik tentang suatu hal/topik tertentu
secara lisan, dengan tujuan mempengaruhi, mengajak, mendidik, mengubah opini,
memberi penjelasan dan memberikan informasi.[2]
Tujuan dari Public Speaking itu
sendiri adalah membujuk orang untuk melakukan sesuatu yang anda anggap benar.
Informasi, memberitahukan orang mengenai hal-hal yang tidak mereka ketahui.
Menghibur orang, lalu membuat mereka merasa senang, dan merasa nyaman dengan
diri mereka sendiri. Stephen E. Lucas menjelaskan bahwa public speaking dapat
menghasilkan sesuatu yang berbeda atau membuat perubahan pada dunia dengan cara
yang sederhana, yaitu Berbicara.[3]
ada tiga tujuan public speaking:to
inform, menyampaikan informasi. to
persuade, membujuk atau mengajak. to entertain, menghibur. pada praktiknya, public speaking yang
efektif memadukan ketiga tujuan tersebut –menyampaikan informasi guna
meyakinkan audiens agar mempercayai validitas pesan. dalam penyampaiannya ada
selingan humor atau joke untuk hiburan.
III.
Pengertian Pidato
Pidato adalah berbicara di depan
public atau orang banyak. Salah satu hal yang menjadi kunci utama dalam
komunikasi adalah kita harus memastikan bahwa yang kita ajak bicara memahami
apa yang kita katakana atau apa yang kita lakukan (cf. Green, Gerald, 2000). Dalam
berpidato diperlukan beberapa kemahiran dasar antara lain : (1) mampu
mengungkapkan pikiran secara lisan dengan lancar, (2) menguasai bahasa secara
baik dan benar, (3) memiliki kebernian tampil didepan umum.[4]
IV.
fungsi Komunikasi publick
manusia lebih unggl dari binatang dan
berbeda. Karena kemampuannya untuk berkomunikasi melalui pembicaraan yang
bermakna. Memang seperti itulah keadaannya . disamping manusia juga memiliki
kehendak yang bebas. Kebanyakan dari pembicaraan antar manusia terwujud percakapan,
bercereita, bersenda gurau, memberitakan peristiwa yang terjadi, memberikan
nasehat. Dalam komunikasi kita sehari-hari, kita melaksanakan sejenis
persahabatan dengan orang lain dinamakan hubungan kesepahaman persahabatan,
kepentingan bersama.[5]
Sebagai suatu baian dari kelengkapan
professional seseorang, berbicara adalah yang paling sering digunakan terututama oleh seseorang yang menduduki
posisi pertanggung jawaban yang besar. Dalam mengajar, berpidato, hukum,
politik, dan dibidang media masa dan hiburan, keahlian khusus dalam berbicara
merupaka modal yang penting. Telepon, ruang konvensi, dan konfrensi semuanya
adalah apa yang dinamakan James H. McBurney dan Ernest J. Warge “pusat-pusat
saraf dalam menghasilkan benda, jasa, penerangan, kesenangan.[6]
BAB III
Teknik dan Metode Publik Speaking
Public Speaking adalah komunikasi lisan berupa pidato,
ceramah, presentasi, dan jenis berbicara di depan umum (orang banyak) lainnya. Public
Speaking juga diartikan sebagai "pembicaraan publik" yang maksudnya
berbicara di depan orang banyak juga. Banyak orang takut
Public Speakingdengan ragam alasan: suka merasa gugup, grogi, merasa
tidak bisa, tidak biasa, takut salah ucap, takut "nge-blank",
dan sebagainya yang masuk kategori "demam panggung". Berikut ini
Teknik Dasar Public Speaking untuk Pemula, meliputi hal-hal terpenting seputar Public
Speaking.
Teknik dasar Publik speaking
Ø
Mengatasi gugup/grogi dalam Public Speaking
Ø
Teknik pernapasan untuk Public Speaking
Ø
Teknik vokal untuk Public Speaking
Ø
Persiapan Public Speaking
Ø
Teknik Membuka Public Speaking
Ø
Penyampaian/Penguasa Materi Public Speaking
Ø
Teknik Menutup Public Speaking.
a)
Mengatasi
gugup/grogi dalam Public Speaking
Gugup disebabkan dua hal: tidak biasa dan tidak menguasai
materi. Agar terbiasa, banyak latihan! Agar menguasai materi, banyak membaca
dan berlatih. Dijamin, jika terbiasa dan menguasai materi, Anda tidak akan
gugup. Gugup juga sering muncul bagi yang sudah terbiasa dan menguasai materi.
Misalnya, sebab ada di antara hadirin yang bikin kita GR atau seseorang yang
kita hormati/kagumi. Maka, cara instant mengatasinya adalah TARIK NAPAS
dalam-dalam, berulang kali, lalu yakinkan diri: saya yang paling siap tampil
karena saya sudah bersiap-siap sejak kemarin!
a)
Teknik Pernapasan Publick Speaking
Berbicara di depan umum
jangan sampai "ngos-ngosan", kurang napas, atau tidak mampu mengatur
dan mengendalikan pernapasan. Maka, berlatihlah agar bisa bernapas panjang dan
mampu mengelolanya. Caranya, antara lain, tiup lilin yang menyala dalam jarak 1
meter, berulang-ulang, minimal 10x; tarik nafas sedalam mungkin (lewat hidung),
lalu keluarkan lewat mulut pelan-pelan sambil berdesis "zzz.... zzzz...
zzzzz...".
b)
Teknik vokal
untuk Public Speaking
Teknik vokal terpenting
adalah intonasi yang benar, stressing pada kata/kalimat tertentu yang dianggap
penting, pelan saat permulaan dan akhir (volume), mainkan kecepatan berbicara
(speed/tempo) biar gak monoton, perhatikan pula artikulasi (kejelasan
kata/kalimat) dan pelafalan kata yang benar (pronounciation). Gunakan suara
asli (natural), jangan meniru suara orang lain atau dibuat-buat.
"Merdukan" dengan "suara perut" (diafragma). Ini bisa
dilatih.
c)
Persiapan Public
Speaking
Siapa yang tidak melakukan
persiapan, dia sedang mempersiapkan kegagalan. Who doesn't prepare he prepares
fail. Maka, bersiaplah dengan mendalami materi, tema, topik, busana, kondisi
fisik (biar fit), dan latihan! Practise makes perfect, doesn't it?
d)
Teknik Membuka
Public Speaking
Banyak cara membuka pidato,
namun yang paling favorit adalahmembukadengan kisah/cerita, humor atau ungkapan
lucu, mengutip pepatah/kata mutiara, dan langsung mengemukakan inti materi yang
akan disampaikan.
e)
Penyampaian/Penguasa
Materi Public Speaking
Takut lupa materi? Takut
nge-blank saat tampil di podium? Ini dia pilihan menguasaan materi:
menggunakan.membawa catatan sebagai contekan (using notes), menggunakan alat
bantu visual seperti infocus (using visual aids as notes), membaca naskah
lengkap (reading complete text), dan menghafalnya (memorize). Dua terakhir
tidak disarankan untuk digunakan.
f)
Teknik Menutup
Public Speaking.
Jika hendak mengakhiri
pidato, beri tanda (signal), bahwa Anda akan segera mengakhirinya. Katakan,
misalnya, "demikian yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat, dan
mohon maaf jika ada yang tidak berkenan, wasalam...!" Jangan memutar
kata-kata lagi, menjadikan pidato semakin lama.
