Translate

Selasa, 25 Mei 2021

surat Roma

 1 Bab I Alasan Penulisan Surat Roma (Keadaan Retorika) 

1. Pendahuluan

1.1. Tematik yang Pernah Digunakan Gereja-Gereja 

1.1.1. St. Agustinus, Dosa Asal Manusia (Roma 5) 

1.1.2. Martin Luther, Hanya Oleh Iman (Roma 3 ; 4) 

1.1.3. John Calvin, Predestinasi (Roma 9; 11) 

1.1.4. John Wesley, Kehidupan yang Kudus (Roma 6;8) 

1.1.5. Karl Barth, Allah yang Benar (Roma 1;2) 

1.1.6. Kesimpulan, Keilahian Allah dalam Surat Roma 


Senin, 24 Mei 2021

KITAB-KITAB DAN PARA PENULIS :

 KITAB-KITAB DAN PARA PENULIS :

1) Kejadian: ditulis oleh Musa

2) Keluaran: ditulis oleh Musa


3) Imamat: ditulis oleh Musa

4) Bilangan: ditulis oleh Musa

5) Ulangan: ditulis oleh Musa

6) Yosua: ditulis oleh Yosua

7) Hakim-Hakim: ditulis oleh Samuel

😎 Rut: ditulis oleh Samuel

Rabu, 09 September 2020

VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, SERTA STRATEGI PENCAPAIAN SEKOLAH TINGGI TEOLOGI EFRATA INDONESIA (STTEI)

 


VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN,

SERTA STRATEGI PENCAPAIAN

SEKOLAH TINGGI TEOLOGI EFRATA INDONESIA (STTEI)

 

Motto

School of Evangelism Empower Disciple (SEED)

 Growing up together Ministri

Efesus 2:20-22

 

A. VISI

STT Efata Indonesia menjadi lembaga pendidik, yang memperlengkapi para peserta didik dengan Teologi Kerajaan Allah sehingga peserta didik dan Hamba Tuhan bagi pelayanan penjangkauan jiwa. Berdasarkan keyakinan tersebut, secara khusus program strata satu program studi teologi/kependetaan menghasilkan lulusan yang memiliki iman yang teguh, wawasan ilmu teologi, dan kemampuan melayani yang handal, kreatif, inovatif, dan konstruktif, serta memiliki wawasan oikumenis dalam menjawab tantangan zaman yang terus berkembang menjadi makin kompleks.

 

B. MISI

Misi Program Strata Satu Proggram Studi Teologi/ Kependetaan mengacu pada visi STT Efata Indonesia secara umum :

Misi ke dalam

Implementasi Pengajaran PAK dalam Pembentukan Iman Kepada anak Berdasarkan Ulangan 6;4-9 Di Jemaat Gereja Bathel Injil Sepenuh Yerusalem Baru Surabaya

 

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI BETHANY

 

 

 

 

Implementasi Pengajaran  PAK  dalam

Pembentukan Iman Kepada anak Berdasarkan Ulangan 6;4-9

Di Jemaat Gereja Bathel Injil Sepenuh Yerusalem Baru Surabaya

 

TESIS

 

Diajukan kepada Sekolah Tinggi Teologi Bethany Untuk

Memenuhi Sebagian Syarat Guna Memperoleh

Gelar Magister Pendidikan Kristen

 

 

Oleh :

 

Eko Basuki

NIM : 04.14.074/M.Pd.K

 

 

 

 

 

SURABAYA

2015
ABSTRAK

 

Nama                                                   : Eko Basuki

Tanggal gelar diberikan  Gelar                          : -

Sekolah                                                                 : Sekolah Tinggi Teologi Bethany Surabaya

Judul                                                                      : Implementasi Pengajaran  PAK  dalam     

Pembentukan Iman Kepada Anak    

Berdasarkan Ulangan 6;4-9 Di Jemaat  

Gereja Bathel Injil Sepenuh Yerusalem   

Baru Surabaya

 

Kata Kunci                                                    : Pengajaran PAK dalam pembentukan iman

kepada anak tentang mengasihi Tuhan, mengajarkan secara berulang-ulang dan mengajarkan melalui tanda pengingat.

 

Latar Belakang

Kurikulum Kontektual

 

STT Pokok Anggur Jakarta

Silabus

Mata Kuliah                : Kurikulum  Kontektual  

Bobot                          : 3 sks

Pendidik                      : Dr. Eko B, M.Pd.K.

Waktu                         : 30Senin-27 Jumat  September 2019

 

 

Penjelasan

Kuliah  ini menyajikan secara mendasar tentang  persoalan-persoalan kurikum yang mencakup:  Persoalan-persoalan Kurikulum Masa Kini;  Definisi, Tujuan,  Pentingnya dan Ruang Lingkupnya; Komponen Kurikulum  dengan Teori Taxanomi Bloom: Kognitif, Afektif dan Psikomotoris; Komponen Kurikulum dengan nilai-nilai  Alkitabiah  menuju Merumuskan Alkitab sebagai Bahan Kurikulum; Kurikulum Menjadi Bahan Ajar; Teori-teori Kurikulum dalam Konteks Sejarah Indonesia; Teori-teori Kurikulum dalam Berbagai Konteks; Pengembangan Kurikulum ; dan Merumuskan Kurikulum dalam Konteks.

 

 

Tujuan  Umum (Kompetensi Dasar)

Secara umum bahwa anak didik mampu mengenal, memahami, mengaplikasi, mengsintesis dan mengevaluasi mengenai: Persoalan-persoalan Kurikulum Masa Kini;  Definisi, Tujuan,  Pentingnya dan Ruang Lingkupnya; Komponen Kurikulum  dengan Teori Taxanomi Bloom: Kognitif, Afektif dan Psikomotoris; Komponen Kurikulum dengan nilai-nilai  Alkitabiah  menuju Merumuskan Alkitab sebagai Bahan Kurikulum ; Teori-teori Kurikulum dalam Konteks Sejarah Indonesia; Teori-teori Kurikulum dalam Berbagai Konteks; Pengembangan Kurikulum; dan Merumuskan Kurikulum dalam Konteks.

 

 

Tujuan Khusus (Hasil Belajar)

1.      Mampu mengenal Persoalan-persoalan Kurikulum Masa Kini. 

2.      Mampu mengenal Definisi, Tujuan,  Pentingnya dan Ruang Lingkupnya.

3.      Mampu memahami Komponen Kurikulum  dengan Teori Taxanomi Bloom: Kognitif, Afektif dan Psikomotoris.

4.      Mampu memahami Komponen Kurikulum dengan nilai-nilai  Alkitabiah  menuju Merumuskan Alkitab sebagai Bahan Kurikulum.

5.      Mampu merumuskan Kurikulum Menjadi Bahan Ajar

6.      Mampu memahami Teori-teori Kurikulum dalam Konteks Sejarah Indonesia.

7.      Mampu mengaplikasi Teori-teori Kurikulum dalam Berbagai Konteks.

8.      Mampu mensintesis Teori-teori Kurikulum dalam Berbagai Konteks.

9.      Mampu mengevaluasi Pengembangan Kurikulum .

10.  Mampu merumuskan dan mengevaluasi rumusan Kurikulum dalam Konteks.

 

Pokok-pokok Bahasan

1.      Silabus dan Pengantar:  Persoalan-persoalan Kurikulum Masa Kini

2.      Pengenalan Kurikulum:  Definisi, Tujuan,  Pentingnya dan Ruang Lingkupnya  

3.      Komponen Kurikulum  dengan Teori Taxanomi Bloom: Kognitif, Afektif dan Psikomotoris 

4.      Komponen Kurikulum dengan nilai-nilai  Alkitabiah;  Merumuskan Alkitab sebagai Bahan Kurikulum

5.      Kurikulum Menjadi Bahan Ajar

6.      Teori-teori Kurikulum dalam Konteks Sejarah Indonesia

7.      Teori-teori Kurikulum dalam Berbagai Konteks 

8.      Pengembangan Kurikulum 

9.      Merumuskan Kurikulum dalam Konteks

 

 

Bahan Wajib

GP, Harianto. 2015. Kurikulum Kontekstual. Surabaya: STT Bethany.

 

Bahan Acuan Utama

Ali, Muhammad.  1992. Pengembangan Kurikulum di Sekolah. Bandung: Sinar Baru.

Hasan, S. Hamid. 2009. Evaluasi Kurikulum. Bandung: UPI-Remaja Rosdakarya.

Hasution, S. 2012. Kurikulum & Pengajaran. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Husain, Abdul Rajak. 1995. Penyelenggaraan Pendidikan Nasional. Solo: CV Aneka.

Karli, Hilda dan Oditha R. Hutabarat. 2007. Implementasi KTSP dalam Model-model Pembelajaran. Jakarta: Generasi Info Media. 

Kunandar. 2013. Penilaian Autentik. Jakarta: Raja Grafindo Rajawali.

Miller, Randolph C. 1956. Education for Christian Living. New Jersey: Prentice Hall.

Napitupulu, W.P.  1969. Dimensi-dimensi Pendidikan. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Nemiroff, Greta Hofmann. 1992.  Reconstructing Education. New York: Bergin & Garvey.

Ornstein/Levine. 1989. Foundations of Education. Dallas: Houghton Mifflin Company.

Rukantri, C. dkk. 1996.  Pengembangan Program Pengajaran Mata Anak didikan PAK.  Jakarta: BPK Gunung Mulia,1996.

Rusman. 2009. Manajemen Kurikulum. Jakarta: Raja Grafindo Rajawali.

Rusmono. 2012. Strategi Pembelajaran dengan Problem Based Learning itu Perlu. Bogor: Ghalia Indonesia.

Sanjaya, Wina. 2012. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana.

Sisimore, J.T.  Pendidik dan Anak didik: Teman Sekerja.   Bandung: LLB

Sudjana, Nana. 1988. Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum di Sekolah. Bandung: Sinar Baru Algensindo.

Sukmadinata, Nana Syaodih. 2013. Pengembangan Kurikulum. Bandung: Rosdakarya.

Tanya, Eli. 1999. Gereja dan Pendidikan Agama Kristen. Cipanas: STT Cipanas.

Tyler, Ralph. 1970. Basic Principles of Curriculum and Instruction. Chicago-London: The University of Chicago Press. 

Vieth, Paul H.  1951. The Church and Christian Education. ST. Louis: Bethany Press.

Willis, Judy. 2010. Strategi Pembelajaran Efektif  Berbasis Riset Otak. Yogyakarta: Mitra Media.

 

 

 

TEORI, PRINSIP DAN KONSEP PEMBELAJARAN

 

 

TEORI, PRINSIP DAN KONSEP PEMBELAJARAN

 

TEORI PEMBELAJARAN

Teori ialah prinsip kasar yang menjadi dasar pembentukan sesuatu ilmu pengetahuan. Dasar teori ini yang akan di kembangkan pada ilmu pengetahuan agar dapat di ciptakan pengetahuan baru yang lebih lengkap dan detail sehingga dapat memperkuat pengetahuan tersebut.Teori juga merupakan satu rumusan daripada pengetahuan sedia ada yang memberi panduan untuk menjalankan penyelidikan dan mendapatkan maklumat baru. Sehingga ada ahli yang mengemukakan asumsinya terhadap kebutuha adanya sebuah rumusan teori. Menurut Snelbecker(di situs www.teknologi-pembelajaran.com) menjelaskan sejumlah asumsi dijadikan dasar untuk menentukan gejala yang diamati dan atau teori yang dirumuskan. Asumsi-asumsi itu adalah:

 

RINGKASAN BUKU SEJARAH PERKEMBANGAN PRAKTEK DAN PIKIRAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DARI PLATO SAMPAI IG LOYOLA (ROBERT R BOEHLKE )

 

RINGKASAN BUKU SEJARAH PERKEMBANGAN PRAKTEK DAN PIKIRAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DARI PLATO SAMPAI IG LOYOLA (ROBERT R BOEHLKE )

 

 

 

 

 

 

 

 

Dosen Pengampu :

Dr. Eko Basuki

Jakarta, 27 sep 2019

 

 

 

 

BAB  1

DASAR PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN  MASA KUNO

A.   Pendidikan Yunani- Romawi

1.      Plato ( kira-kira 428 -348 s.M )

·      Pemenu Pendidikan Agama Kristen bukanlah GEREJA PURBA

·      Orang- orang Kristen pertama dibesarkan dalam negeri yang telah dipengaruhi  Kebudayaan Yunani kurang lebih 200 tahun lamanya.

·      Ada 3 macam arus mengalir menjadi sungai Iman Kristen, yaitu

 

1). Yahudi yang membawa dasar agamawi

2). Yunani yang membawa bahasanya

3). Romawi yang menentukan struktur ketertiban umum dan hak sipil

1.1    Plato berasal dari keluarga Bangsawan, sisilah nenek moyangnya terdapat nama raja-raja Atena dan seorang Anggota DPR yang bernama Solon.

1.2    Guru Plato adalah bernama Sokrates.

Sistim atau gaya mengajar Sokrates kepada murid melalui tiga tingkat fikiran ,yaitu :

1). Yakin yang tiada berdasar

2). Bimbang dan ragu-ragu tentang pendapatnya semula, dan ingin hendak mengetahui yang sebenarnya.

3). Yakin yang berdasarkan kepada penyelidikan dan cara berpikir yang betul.

Tragis, Sokrates dijatuhi hukuman mati ( ia minum racun dalam mangkok dikelilingi murid-muridnya ), Sokrates dituduh oleh musuh-musuhnya merusak akhlak para pemuda dengan pendekatan belajarnya.

1.3     Plato kemudian mendirikan sekolah yang dinamakan “ Akademi “, pikiran matang Plato tentang PENDIDIKAN dimuat dalam bukunya yang berjudul “Republik “   (bukunya melukiskan bentuk suatu Negara yang sesempurna mungkin) .

1.4    Pendidikan menurut Plato, perlu untuk :

v Membimbing orang-orang meninggalkan  semua bayang-bayang yang tidak berakar dalam kenyataan , agar melihat serta menganut Kebenaran

v Dalam Proses pendidikan, menurut Plato kita dibimbing  “ mengingat” inti abadi dari benda-benda dalam dunia ini.

v Pria dan wanita berhak menerima pendidikan.

v Yang termasuk  dalam subyek Pendidikan adalah anak-anak dan muda-mudi dari kaum atasan.

v Menurut Plato latihan itu bukalah pendidikan, sebab pendidikan mencakup perkembangan manusia secara keutuhan.

v Ruang lingkup perkembangan manusia secara keutuhan,terdapat tiga bagian pokok, yaitu :

1). Perkembangan emosi, dapat dikembangkan melalui : musik dan cerita-cerita

2). Perkembangan tubuh, dapat dilatih dengan olahraga

3).Perkembangan akal dikembangkan melalui semua ilmu yang menantang akal, misalnya ilmu ukur, ilmu pasti, ilmu bintang dan dialetika.

v Orang-orang akan terdidik akan menjadi pemimpin masyarakat

1.5    Menurut Plato , pendidikan adalah menjadi tanggung- jawab negara.

1.6    Menurut Plato  Manusia cenderung condong lebih menghargai  keamanan pribadi  meskipun dasarnya  salah, ketimbang membuka diri terhadap  pendekatan baru, pengetahuan baru, pengertian baru dan sebagainya.

PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN

  BAB 1 PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN   A. Pengertian Pendidikan (secara umum): 1. Apakah arti pendidikan ? Lebih daripada sekedar s...