Translate

Jumat, 23 Juli 2021

ALKITAB ADALAH FIRMAN ALLAH

 


ALKITAB 

Oleh : Penulis

II Timotius 3:16 -17
Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar,
untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan
untuk mendidik  orang dalam kebenaran.  Dengan demikian
tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi
untuk setiap perbuatan baik.



A.       SIFAT OTORITAS ALKITAB YANG ILAHI
1.  Otoritas Absolut = Kewibawaan tidak bisa diganggu gugat
2.    Otoritas Supremi = Kewibawaan tidak bisa disamai atau dilampaui
3.    Otoritas Final = Kewibawaan tidak bisa ditambah dan kurangi
4.    Otoritas Total = Kewibawaan tidak bisa dipetak-petaki
5.    Otoritas Magisterial = Kewibawaan tidak bisa dikuasai ciptaan
6.    Otoritas Unik = Kewibawaan tidak bisa diperbandingi


B.        DASAR OTORITAS ALKITAB
1.    Alkitab adalah Firman Allah yang tertulis ( the word of God, the writen word )
otoritas Allah tritunggal II Tim 3:15-16
2.    Alkitab adalah diilhamkan Allah ( inspired of God )
Otoritas Roh Kudus 2 Pet 1:9-21. II Tim 3:16

3.    Alkitab tanpa salah ( Inerrancy ) Otoritas Yesus . Mat 5:17-19

4.    Alkitab adalah Penyataan Allah ( relevation/ Manifestation )
Otoritas Allah Bapa Roma 16:25-26; Why 1:1
5.    Otoritas Alkitab final ( pengilhaman dan penyataan )

MENJAWAB POLEMIK PRIA SEJATI DENGAN PRIA BIJAKSANA

 


MENJAWAB POLEMIK

PRIA SEJATI DENGAN PRIA  BIJAKSANA 



oleh: Penulis


     Belakangan ini banyak pertanyaan dalam  diskusi tentang iman kristen, di lingkungan Gereja Tuhan yang sedenominasi, maupun  yang berbeda  denominasi;  Sebab banyak hamba Tuhan, dan  mahasiswa teologi maupun  jemaat awam     yang bingung, manakah pengajaran  yang benar Pria Sejati atau Pria Bijaksana? Berasal dari Tuhan atau bukan? Dan bagaimanakah sikap yang benar?
Seminar maupun KKR yang diselenggarakan  di berbagai tempat beberapa tahun terakhir ini membawa dampak, positif maupun negatif. Ada kelompok  yang menyoroti iman kristen dari sudut pandang Pria Sejati, sehingga dalam setiap acara KKR maupun seminar, Pria Sejati menjadi topik pembicaraan; Para peserta bangga karena mendapat pencerahan  dan  dapat mengenal jati dirinya sebagai pria yang sebenarnya. Namun disisi lain ada pihak yang menilai bahwa  sebagian pendukung pria sejati merasa eksklusif, karena ada yang mengatakan menghikuti Camp 3-4 hari dan wisuda adalah garansi untuk menjadi pria sejati, dll.

Sedangkan kelompok yang lain menyoroti iman kristen  dari sudut pandang Pria Bijaksana; satu contoh pembicara dalam sebuah KKR di salah satu gereja di Jbr, menyisipkan beberapa kalimat yang menyinggung kelompok pria sejati dengan mengatakan “ pria sejati sudah tidak laku lagi di  salah satu daerah, karena salah satu dari tiga pengurusnya selingkuh, pernyataan ini bagaikan petir yang  mengejutkan  kelompok pria sejati, dan pernyataan itu   dikeluhkan banyak orang  sebagai hal yang kurang  bijaksana. 


       Pendukung pria bijaksana    mengklaim  istilah pria bijaksana lebih  Alkitabiah, karena serasi dengan kelompok Wanita Bijaksana, dan selaras dengan  ajaran Yesus mengenai 5 anak dara yang bijaksana yang setia dan siap menanti pengantin laki-laki. Kelompok ini menilai sebagian pengurus pria sejati belum bertobat. Meskipun dalam beberapa pertemuan pria sejati ada yang bersaksi secara terbuka di depan umum tentang pertobatannya, berkaitan dengan masalah-masalah rumah tangga dan kepriaan atau kepala keluarga yang tadinya kacau, kini telah dipulihkan. Pengakuan dosa semacam ini pun dikeluhkan beberapa orang sebagai hal yang tidak bijaksana, karena  dianggap sebagai pengakuan yang memalukan, sedangkan ada pihak yang menilai hal tersebut sebagai pengakuan yang tulus  dan terbuka yang patut dihargai.
      Demikian masing-masing kelompok   terkesan saling menyudutkan satu dengan yang lain; dan   masing-masing mempunyai pengaruh dan pendukungnya. Polemik semakin tajam karena masing- masing mengutip ayat Alkitab sebagai dasar pembicaraan.

Apakah Sorga dan benarkah Sorga itu ada?

 



Apakah Sorga dan benarkah Sorga itu ada?


Oleh : Penulis

Segala sesuatu yang kita ketahui tentang Sorga bersumber dari Alkitab.  Mengenai kehidupan kekal  bukan hasil penyelidikan ilmiah, bukan dalil matematika, yang harus dibuktikan. Kehidupan  kekal bukan  masalah sosiologi, filsafat, maupun politik, tetapi masalah keyakinan.  Kekekalan merupakan perjalanan hidup dalam alam rohaniah. Orang yang menolak Alkitab tidak akan mempunyai  pemahaman yang benar tentang kehidupan yang akan datang.

Alkitab Perjanjian lama dan Perjanjian Baru  memberitakan tentang Sorga. Bagi  yang percaya Alkitab dan hidup di dalam Kristus  memiliki hati yang berkobar-kobar  menuju panggilan Sorgawi  dari Allah dalam Kristus Yesus, tempat kediaman kita yang kekal. Yesus sebagai sentral berita Alkitab berkata ” Tidak ada seorangpun yang telah naik ke Sorga selain dari pada Dia yang telah turun dari Sorga, yaitu Anak Manusia ( Yoh 3:13 )  hanya Ia yang datang dari Sorga yang dapat memberitau jalan ke Sorga dengan benar. bukan  datang dari pemimpi, dan bukan hanya mimpi  melihat Sorga,  tetapi  Yesuslah pencipta Sorga sebab Ia adalah Allah dalam kekekalan.

Pengetahuan tentang Sorga  ada di luar panca indra, yang hanya dapat dijawab dengan iman. Dan iman tidak  kurang masuk akal dari ilmu fisika atau ilmu kimia.  Kita tidak mempunyai pengetahuan ilmiah  yang akurat mengenai masa yang akan datang.  Kita tidak tau pasti bahwa besok akan ada matahari terbit. Tentu saja ia telah terbit, dan kita mengharapkan ia akan terbit lagi, tetapi kita tidak mempunyai bukti. Kita memiliki iman dan iman seperti itu adalah teguh. Kemungkinan  matahari tidak terbit lagi cukup besar, karena jika terjadi tabrakan di jagat raya, akan mengubah keadaan sehari-hari tetapi juga kita tidak punya bukti.

Jadi iman adalah sesuatu  yang  dibutuhkan agar dapat  mengerti tentang Sorga.  Bila kita percaya Alkitab dan Allah dalam Alkitab, maka kita mempunyai sumber pengetahuan  yang sama benarnya seperti tabel dalam ilmu hitung. Dan dengan miningkatnya iman kita,  maka  rahasia-rahasia kehidupan di masa yang akan datang,  akan semakin dibukakan kepada kita.

GEREJA AGEN PENDIDIKAN KRISTEN

 






Gereja dikenal dengan sebutan lain sebagai Tubuh Kristus, Bait Allah,  Rumah Allah.   merupakan  Agen pendidikan Kristiani.  baik pendidikan informal, nonformal dan formal ( dirumah, lingkungan masyarakat  didalam komunitas gereja dan dunia dan dilingkungan sekolah )

Gereja harus  melaui karya Roh Kudus melakukan transformasi  dalam  berbagai aspek kehidupan manusia dan lingkungannya.  kejatuhan Adam menyebabkan kerusakan disegala bidang  kehidupan, baik kerusakan  dalam aspek teologis, sosiologis, cosmologis, psikologis, fisiologis.  gereja dipanggil  mengubahkannya agar umat Allah sejahtera selama di dunia ini. dan  mempersispkan diri memasuki kekekalan di dalam Sorga yang mulia.

Pemimpin gereja sebagai guru, pengajar kebenaran yang mengubahkan, harus dimulai dengan kelahiran baru. kehidupan baru  memiliki kekuatan mengubah kehidupan.  hanya diperoleh dari   Allah, Alkitab yang bersentral pada Yesus Kristus.  memiliki kwalifikasi kepribadian, spiritualitas, moral, keilmuan, kecakapan  yang baik.

Tugas utama gereja  koinonia, marturia dan diakonia harus dijalankan sebaik baiknya  menjadi murid dan memuridkan orang lain...agar Tuhan dipermuliakan. ...Amin.

GEREJA MENJAWAB TANTANGAN POST MODERNISME

 


GEREJA MENJAWAB TANTANGAN POST MODERNISME

Oleh : Penulis


I. PENDAHULUAN

Post modernisme adalah faham yang berkembang setelah era modern dengan modernismenya. post modern artinya kelanjutan dari faham dan perilaku manusia di era modern. Istilah ini sudah mulai sejak 1930-an berawal dari bidang seni budaya dan terus berkembang kepada bidang yang lain termasuk bidang teologia.
“Berdasarkan asal-usul kata, postmodernisme, berasal dari bahasa Inggris yang artinya faham (isme), yang berkembang setelah (post) modern. Istilah ini muncul pertama kali pada tahun 1930 pada bidang seni oleh Federico de Onis untuk menunjukkan reaksi dari moderninsme. Kemudian pada bidang Sejarah oleh Toyn Bee dalam bukunya Study of History pada tahun 1947. Setelah itu berkembang dalam bidang-bidang lain dan mengusung kritik atas modernisme pada bidang-bidangnya sendiri-sendiri.” [1]

Gereja menghadapi pergumulan mempertahankan jati dirinya sebagai persekutuan hidup dalam Roh Kudus, dengan semua doktrin dasar yang dianutnya misalnya mengenai Allah, Alkitab dan Yesus Kristus sebagai kebenaran yang sudah final. Tetapi gereja sedang  hidup dan berkembang  ditengah dunia yang terus berubah diterpa berbagai krisis multidimensi. Menghadapi lajunya perubahan dunia  di era post-modern, nilai kehidupan  merosot semakin  menjauh dari standar kristiani dalam Firman Allah. Menghadapi tantangan ini gereja dan pemimpinnya dituntut memiliki sikap memprioritaskan membangun watak dan tata nilai Kristiani, berkarakter Kristus, kehidupan dengan standar berpikir, berperasaan dan tindakan seperti Kristus. Dan berstandar  alkitabiah. Menjadi pemimpin yang berpikir kreatif, pengelola management  yang efektif, kreatif dengan sistim berpikir sistimatis. Pemimpin yang unggul  harus memulainya dengan awal yang baik dari melewati proses rohani yang baik pula   untuk mendapatkan output yang  terbaik,  berkemampuan sebagai fasilitator atau mentor dalam melaksanakan misi Allah menjadikan semua bangsa murid kristus. Yang demikian dapat menjadi garam dan terang dalam dunia.

Selasa, 25 Mei 2021

surat Roma

 1 Bab I Alasan Penulisan Surat Roma (Keadaan Retorika) 

1. Pendahuluan

1.1. Tematik yang Pernah Digunakan Gereja-Gereja 

1.1.1. St. Agustinus, Dosa Asal Manusia (Roma 5) 

1.1.2. Martin Luther, Hanya Oleh Iman (Roma 3 ; 4) 

1.1.3. John Calvin, Predestinasi (Roma 9; 11) 

1.1.4. John Wesley, Kehidupan yang Kudus (Roma 6;8) 

1.1.5. Karl Barth, Allah yang Benar (Roma 1;2) 

1.1.6. Kesimpulan, Keilahian Allah dalam Surat Roma 


Senin, 24 Mei 2021

KITAB-KITAB DAN PARA PENULIS :

 KITAB-KITAB DAN PARA PENULIS :

1) Kejadian: ditulis oleh Musa

2) Keluaran: ditulis oleh Musa


3) Imamat: ditulis oleh Musa

4) Bilangan: ditulis oleh Musa

5) Ulangan: ditulis oleh Musa

6) Yosua: ditulis oleh Yosua

7) Hakim-Hakim: ditulis oleh Samuel

😎 Rut: ditulis oleh Samuel

PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN

  BAB 1 PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN   A. Pengertian Pendidikan (secara umum): 1. Apakah arti pendidikan ? Lebih daripada sekedar s...